Sunday, July 05, 2009

Sang Pemimpi


Tangan itu menyeluk sebuah poket lusuh.

Terisi hanyalah debu-debu kecil dan pasir-pasir halus.

Tergenggam ia sesuatu sebaik dikeluarkan.

Ketahuilah tangan itu hanya menggenggam sebuah imaginasi jujur.

Seraya dilemparkan imaginasi itu jauh ke muka langit.

Imaginasi itu terbang jauh membentuk awan-awan impian.

Cukup untuk ia menggumpal sebuah cita-cita buat sang pemimpi.

Sang pemimpi itu terus melangkah.

Langkahan itu makin laju buatnya menuju sinar sana.

Menyambung sebuah legasi perjuangan.

No comments:

 
Google Analytics Alternative